Blog

Get the latest articles, news and updates from us

Kategori

Arsip

Posted By: Admin


Jenis Dan Tipe Startup Yang Unik

Jenis Dan Tipe Startup Yang Unik

Salah satu startup di indonesia yaitu Dimbleweb yang bergerak dibidang layanan dan jasa pembuatan website, melihat fenomena yang menarik menilik sepak terjang STARTUP di Indonesia bagaikan melawati chasm atau jurang dan melewati fase yang berbeda-beda antara satu startup dengan startup yang lain. Pada umumnya setiap startup di masa-masa awal akan melakukan pengembangan produk mereka.


Ketika berada dalam fase tersebut, mereka sudah berhasil menggaet pengguna awal, namun kini mereka harus membuat terobosan untuk dapat mempertahankan para pengguna awal ini sekaligus mendapatkan hati pengguna mainstream. Para pelaku teknologi di Jakarta biasanya memakai istilah “meledak, berkembang pesat” ketika startup melewati situasi berada di tepi “jurang” tersebut — istilah lainnya mungkin “berkembang 10 kali lipat”.


Akan tetapi, apapun istilah yang dipakai untuk menamai fase tersebut, “jurang” ini merupakan hal yang berbahaya bagi startup karena mereka wajib untuk dapat melewatinya, yakni dengan menggaet banyak pengguna baru, jika tidak ingin mandek perkembangannya. Apabila gagal, startup harus pivot, atau terancam gulung tikar.


Banyak pihak yang siaga memantau setiap startup yang berhasil melewati “jurang” tersebut untuk kemudian mereka danai secara besar-besaran. Tapi, kini tidak sedikit VC yang mulai meninggalkan pola pendanaan yang sifatnya relatif “aman” ini, dan mulai mencari-cari startup muda yang menjanjikan untuk kemudian mereka genjot dengan dana untuk dapat melewati “jurang” tersebut.


Startup yang menjanjikan ini, jika dapat terus berkembang di Indonesia selama beberapa tahun ke depan, bukan tidak mungkin mereka bisa mencatat perolehan investasi sampai sembilan digit dollar. Berikut ini beberapa nama STARTUP yang tidak terlalu terkenal, tetapi memiliki perkembangan yang pesat.


aCommerce

aCommerce adalah contoh yang tepat untuk sebuah startup yang berpotensi kuat mencapai nilai investasi sembilan digit dollar. Perusahaan ini sendiri sepertinya sudah bisa dibilang sebagai jagoan di bidang logistik e-commerce dan pengadaan. Terbukti dengan keberhasilan mereka menggaet klien besar seperti contohnya Lippo Group, Matahari mall, dan Sinar Mas. aCommerce juga mencetak rekor pendanaan seri A terbesar di Indonesia dengan nominal $10,7 juta, tahun lalu.


CEO Paul Srivorakul mengatakan bahwa aCommerce sedang bersiap untuk perolehan pendanaan seri B, yang ia yakini akan mencapai hampir $30 juta (Rp404 milyar). Perusahaan ini memang berasal dari Thailand, tapi Srivorakul mengatakan kepada Tech in Asia bahwa indonesia telah menjadi wilayah operasi terbesar bagi aCommercce.


HappyFresh

Rekor yang dicetak aCommerce tahun lalu ternyata tidak bertahan lama, aplikasi delivery bahan makanan HappyFresh berhasil memecahkannya pada September 2015 dengan mencatat mencetak seri A sebesar $12 juta,  dari grup investor yang dipimpin oleh Vertex Ventures dan Sinar Mas Digital Ventures.


HappyFresh mirip dengan layanan Instacart untuk kawasan Asia Tenggara. Perusahaan ini menganut sistem aset rendah, dalam artian bahwa mereka tidak memiliki gudang ataupun pusat pengerjaan; mereka hanya mempekerjakan para pengantar dan mereka yang akan berbelanja di berbagai supermarket.


Para pekerja inilah yang kemudian mengurus pesanan belanja hingga sampai ke tangan pemesan. Perusahaan yang bermula di Jakarta dan Kuala Lumpur ini baru saja melebarkan sayap ke Bangkok, dan akan segera berekspansi ke Taipei.


YesBoss

YesBoss adalah layanan asisten pribadi berbasis SMS yang baru-baru ini mendapatkan pendanaan dari 500 startup, Convergence Ventures, dan IMJ Investment Partners. Mereka yang sibuk atau malas bergerak sangat cocok dengan layanan ini karena rasanya seperti memiliki asisten pribadi yang dapat melakukan berbagai hal.


Bulan Maret lalu, Magic layanan yang mirip dengan YesBoss di Amerika dilaporkan mendapat $12 juta dari Sequoia dengan valuasi perusahaan sebesar $40 juta (Rp540,5 milyar).


YesBoss adalah salah satu contoh menarik mengenai startup yang sudah berada di tepi “jurang”. Mereka berhasil memenangkan banyak hati para pengguna awal, tapi masih banyak tantangan ke depan.


Masalah yang dihadapi adalah skalabilitas (yang menurut mereka dapat diatasi oleh AI berbahasa Indonesia), kompetisi dari HaloDiana milik Ryan Gondokusumo, dan pertanyaan penting mengenai apakah model bisnis seperti ini akan bisa berkembang dan diminati oleh pengguna mainstream.


Jika dikelola dengan benar, YesBoss bisa menjadi sangat besar. Tapi, di tahap yang masih awal ini, kesalahan bisa berakibat fatal.


Jualo

Jualo adalah salah satu situs iklan yang bekerja keras untuk berhasil di Indonesia. Mereka berhadapan langsung dengan OLX Indonesia yang sudah lebih dulu dominan. Meskipun begitu, Jualo memulai dengan cukup baik; traffic situs mereka senantiasa meningkat hingga mencapai lebih dari dua juta pengunjung di bulan kemarin, dan mendapat pendanaan dari Mountain Kejora dan alpha JWC Ventures.


Founder dan CEO, Chaim Fetter, juga bekerja keras untuk Jualo. Fetter mengklaim bahwa situsnya telah memiliki ratusan ribu pengguna dengan nilai transaksi $100 juta (sekitar Rp1,35 triliun) beberapa bulan sebelum memperoleh pendanaan. Sewaktu masih kecil dan tinggal di Belanda, Fetter terbiasa membuat produk-produk e-commerce.


Kini, di Indonesia ia sangat berkomitmen, terbukti dengan proyek lain yang ia pegang yaitu Peduli Anak Foundation di Indonesia Timur. Organisasi non-profit ini berlokasi di dekat Mataram dan menyediakan tempat tinggal, layanan kesehatan, serta fasilitas pendidikan bagi anak-anak tidak mampu. Dengan Jualo yang kini tengah berada di tepi “jurang”, menarik untuk dilihat apakah mereka dapat melompat dan sukses.



Semoga Bermanfaat!